Selamat datang di website Hukum dan HKI Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

MEDIASI SUBSTANTIF PATEN PDF Print E-mail
Written by admin   
Thursday, 02 January 2014 15:07

Pengajuan permohonan Paten dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, hal positif ini yang terjadi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dukungan proses mediasi Paten menjadi salah satu penyebabnya. Mediasi Paten ini sudah dimulai sejak tahun 2008, dan berkat mediasi Paten ini jumlah Paten di lingkungan BPPT meningkat, sebelum tahun 2008 Paten BPPT berjumlah 4 (empat) buah dan pada saat sekarang ini sudah mencapai angka 72 (tujuh puluh dua). Apabila dirunut berdasarkan tahun pengajuan Paten pertama kali di lingkungan BPPT yaitu tahun 2004, Paten BPPT hanya berjumlah 4 (empat), kemudian pada tahun 2008 Paten granted bertambah menjadi 7 (tujuh), tahun 2009 bertambah 14 (empat belas), tahun 2010 bertambah lagi menjadi 17 (tujuh belas), pada tahun 2011 agak berkurang yaitu 10 (sepuluh) Paten, akan tetapi pada tahun 2012 diperoleh peningkatan menjadi 20 (dua puluh) Paten yang terlindungi. Mediasi Paten juga berfungsi untuk melakukan efisiensi waktu dalam proses pemeriksaan substantif Paten.


Mengenai kemanfaatan sebuah Paten, perlu ditanamkan adalah bahwa Paten kita sekarang ini tidak cukup hanya granted akan tetapi harus bisa dipasarkan atau dapat diterapkan dalam industri. Oleh karena itu dalam Mediasi Paten tahun 2013 dengan membahas 22 (dua puluh dua) aplikasi Paten dari 12 unit kerja di lingkungan BPPT, tidak hanya bertujuan untuk menilai dari segi substantifnya saja akan tetapi lebih ditekankan pada nilai kelayakan ekonomis. Sehubungan dengan hal tersebut, bentuk Mediasi Paten kali ini agak berbeda, disebabkan kebijakan Pimpinan bahwa paling lambat setelah aplikasi Paten tersebut memperoleh sertifikat dari Ditjen HKI, maka Paten tersebut harus sudah dapat diterapkan dalam industri (sudah dikomersialisasikan), karena apabila tidak dapat dilakukan komersialisasi akan ditarik kembali perlindungannya.


Kepala Bagian Hukum dan HKI, Bp. Ulfiandri, S.H., M.H, dalam laporannya menyatakan bahwa “Mediasi Paten ini sudah kali kelimanya sejak tahun 2008, dimana hasilnya terlihat dengan naiknya jumlah Paten granted. Tahun 2013 selain diharapkan adanya peningkatan Paten granted, akan tetapi paten diharapkan harus produktif, karena kalau tidak produktif akan menjadi beban. Kalau paten produktif  maka akan ada pemasukan, tapi kalau tidak justru hanya membebani terkait biaya pemeliharaannya yang semakin meningkat.” Oleh karena itu saat ini  inventor dari sebuah paten diminta membuat surat pernyataan bahwa pada saat paten sudah granted juga ada kerjasama dengan mitra, kalau tidak paten itu akan ditarik kembali. Membahas mengenai royalti dari sebuah paten, Bp. Ulfiandri menyampaikan bahwa tim-nya sedang memperjuangkan Undang-Undang PNBP-nya. Jadi didalam RUU PNBP yang baru kita sudah masukkan pelaksanaan HKI, artinya kemajuan yang luar biasa untuk BPPT. Nantinya akan dijelaskan dalam surat dari Dirjen Perbendaharaan untuk memberikan informasi ke seluruh Kementrian/Lembaga  bahwa royalti itu boleh, tapi harus diatur didalam UU.

 

Last Updated on Thursday, 02 January 2014 15:30
 

Statistik Pengunjung

free counters

Kalender

August 2020
SMTWTFS
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031